7 Jul 2015

KITA dan KITA

Aku tidak tau mengapa tiba-tiba banyak hal yang melintas dipikiranku. . .
Menulis selalu menjadi cara bagaimana aku mengungkapkannya,  karena dengan menulis aku berpikir dengan tenang tentang apa yang ingin ku utarakan,  bagaimana aku menuliskannya,  memilih paduan kata. . .tentu saja agar aku merasa nyaman saat membacanya kembali,  karna dengan begitu caraku berbicara dengan diriku sendiri.

Aku terdiam lama untuk menulis paragraf ini. . . karena hal-hal yang terlintas berebut untuk kuluapkan. 

Aku seperti ingin bercerita denganmu,  atau lebih tepatnya berbicara denganmu tapi tulisanku hanya ingin antara aku dan hatiku saja,  sebaiknya kau memang jadi pembaca karena aku tidak bisa membawa pendapatmu disini. 

Ini tentangku, dirimu dan kita.
Tentu saja komitmen akan mengawali semuanya, tidak akan ada kita kalau tidak ada yang menginginkan.

Aku masih selalu mengingatmu sebagai oksigen, tak terkecuali saat ini. Kau napas baru bagiku, seperti hembusan angin dan embun yang menyegarkan. Aku menggambarkan begitu damai, karna begitu aku merasakan diriku di dekatmu, perasaan nyaman dan aman.

Bahkan aku melihat diriku dari setiap hal yang kukacaukan saat bersamamu... bagian ini aku tak punya ingatan untuk membahasnya biasanya akan kulakukan tanpa sadar.

Kau dan dirimu saja
Hingga beberapa waktu yang lalu aku masih menganggapmu begitu, bahwa kau masih menyimpan banyak tentang dirimu...
Mungkin aku sedikit salah saat itu, karna terlalu sempit mengartikan akan bagian dan peranku, tapi ternyata aku telah lebih dari yang kubayangkan.

Hanya saja... 

Biarlah tetap begitu, hingga waktunya tiba aku tinggal menyalahkan hipotesaku.

Kita adalah apa yang sering aku dengar darimu, seperti berencana berikrar pada ikatan sakral, membangun keluarga kecil yang penuh kenakalan, dan rencana-rencana lain yang begitu damai kau ucapkan dan bergairah kudengarkan.

==Aku merindukanmu di sela-sela tulisanku ini, sungguh...
Haaaaahh... dan kebetulan batin yang manis :') kau baru saja meneleponku, untuk mengatakan rindu tentu saja==

Kita adalah apa yang terkombinasi aku dan kau yang selama ini berbagi ruang, berbagi dalam banyak hal.

Kita bagiku adalah harapan...

Bila menurutmu aku belum melakukan apa-apa untuk kita, tapi kita telah menjadi rencana masa depanku.
Bantu aku melewatinya, kutemani kau dalam prosesnya... bukankah begitu kita akan bersatu.

Tidak ada komentar: