30 Des 2014

Malaikat Dunia


Jari-jari ini begitu pelan mengetik kata perkata, dan hati ini bersama mulut berulang kali mengulang dan melafalkan setiap kalimat, tidak lain agar tampak indah.

Aku hanya ingin memastikan bila tulisan dalam posting ini tidak mengurangi keindahan wanita yang telah melahirkan dan membesarkan aku.

Wanita yang perkasa baik jiwa maupun raganya, kehangatannya dan begitu agung kebaikan hatinya.

Ibu...

Aku ingin menulis tentangmu, tapi hanya sedikit kata dan keindahan di dunia ini yang dapat mewakilimu, engkau adalah kebanggaan setiap anak, dan kehormatan setiap suami.

Bu...

Bukankah engkau dulu juga bayi yang sama kecilnya denganku, yang ditimang dan disusui kemudian engkau tumbuh dewasa, menikah, mengandung lalu melahirkanku.

Aku belum mengalami masa menjadi ibu, tentu karena aku belum menjadi seorang istri, hingga aku tak tahu rasanya menjadi dirimu, menjadi Ibuku.

Ibu...
Apa aku sudah membanggakanmu Bu ?
Atau lebih banyak mengecewakanmu ?
Entah darimana engkau menilai tetapi senyumanmu yang selalu melapangkan hatiku untuk berjuang lebih keras ketika keadaan begitu menghimpitku.

Dan Bu...
Sesakit apapun hatiku, engkau adalah alasan pertama hatiku harus damai memaafkan dunia.
Engkau tidak mendidikku untuk membenci walau kau utarakan sakit hatimu karena seseorang, tapi kau membalasnya dengan pertongan.

Kepadamu Bu...
Aku bersimpuh di kakimu
Memohon ridho Illahi melalui do'a dan restumu yang tak terputus.

Tidak ada komentar: