16 Okt 2010

Membaca Masa Depan

Takdir tidak dapat dirubah walaupun kau keringkan air mata  yang hendak menghapuskan apa yang sudah tertulis di Lauhul Mahfudz.

Bila nasibmu ingin berubah, maka rubahlah dari dalam dirimu :D
Ngomongin ginian bagi gue adalah hal yang seru - seru misterius haha
Satu sisi kita sebagai manusia selalu memiliki rasa penasaran yang tak terbendung, di sisi lain hal yang kita ingin ketahui terkadang akan menimbulkan beban saat kita mengetahuinya.

Mungkin apa yang gue lakuin tadi siang adalah satu sisi penasaran gue buat nguprek kejadian "esok" yang masih jadi misteri. Gue ambil istilah kasarnya walau terdengar berat, masa depan !

Salah seorang temen gue belakangan ini menjadi heboh dan sangat heboh walau masih bisik - bisik. Bukan temen sekelas gue jadi gue gak terlalu cari tahu dan gak mau tahu. Sayangnya siang tadi, do'i sudah berada di kelas gue dan sedang berbicara serius bersama kedua 2 temen gue (juga) yang mereka semua bukan anak kelas gue.

Nimbrung nggak nimbrung pembicaraan makin alot dan gue makin tertarik buat ikutan.

Percayakah gue tentang hal yang dia bicarakan ?

Masih terlalu dini kalau gue langsung ambil kesimpulan, iseng gue tanya ke dia tentang universitas apa yang cocok buat gue belajar dan karir gue nanti ?

Belom - belom gue diem, do'i langsung nyeplok ngomong kalau gue ini tipe cerewet sangat =='
dan akan berada di depan banyak orang untuk mempresentasikan sesuatu (??)
Kemudian,
Do'i sebutin universitas - universitas keren di Jakarta dan Bandung kecuali UI sama Unpad, dan kesimpulannya kesemuanya tidak terlihat gue masukin jadi pointnya emang gue nggak akan kuliah ke luar kota kawan haha

Lalu, sedikit hal tentang suami gue nanti <3<3
Gue menyimaknya dengan khusyu, dia dateng dari mana dan orang mana wkwkwkw do'i jawab sih, dan gue ngangguk - ngangguk belaga mudeng - sangat iseng

Kemudian karir gue sebagai seorang (yang gue ambil kesimpulan sendiri) marketing, ternyata menyebabkan konflik sama keluarga gue dan disini yang harus gue garis bawahi. Sikap gue yang terlalu cuek :( do'i bilang gue harus rubah sikap gue yang selalu lari dari ke-BT-an.

Maka fokuslah gue terhadap perbaikan diri gue saat ini mewaspadai esok hari 8)

Terakhir, gue tanya serius tentang universitas yang gue pengen masukin (atas permintaan ortu gue). Do'i bilang hukum tepat buat gue dan gue sangat menyenangi jawabannya walau gak gue tunjukin kegirangan gue.
"Gimana dengan kesehatan ?" gue masih mencerca tanya, tangannya menyetop pertanyaan gue sambil merem.
"Kebidanan mungkin ?" Lanjut gue masih penasaran.
"Jangan! kamu nggak akan comfort disana karna itu bukan bidang kamu"

See ?
I didn't ask too much and too far, its simple one. Just asked about how to start it and things we need to change to get finish. Thats it, and do I believe what he said me ?

Mari kita tunggu dan lihat kebenarannya beberapa tahun mendatang :D

Tidak ada komentar: