3 Agt 2010

Psycho Teacher

Rada horror sih judulnya, tapi ceritanya nggak akan mendramatisasi sekali kok. Walaupun imaginasi gue udah nyampai holywood tapi alur ceritnya tetep bolywood sekali.
Beberapa waktu yang lalu gue mengetahui kabar ini, dan sungguh sangat diluar dugaan gue. Si Rindu Paramita becerita dengan sangat menggebu-gebu.
Rindu Paramita : yan, lo tau nggak si Mister tempat les ?
Gue : heh… Mister sapa ?
RP : Mister… (jenggung gue)
Gue : Oh… Mister Fine (sudah sangat jelas kode nama)
RP : iiah… nah, lo tau nggak ?
Gue : Mana saya tau, cerita aja belom!

Mengalirlah dari situ sebuah cerita yang sangat angker bagi gue yang ngalamin. Bermula dari akhir 2009 sampai awal 2010 kemarin gue ngikutin sebuah kursus bhs. Inggris di sebuah lembaga baru yang bernama mejiku (ngarang). Para pengajarnya diimpor langsung dari berbagai daerah setelah mendapat didikan terlebih dahulu dari mejiku sampai siap mengajar.
Kebetulan kelompok gue dapat mentor dari Lombok, kita panggil saja Mr. Fine. Setelah beberapa bulan mengikuti program belajar semua baik-baik aja sampai suatu ketika harus ngalamin pindah tempat belajar dan beberapa temen gue yang semuanya cewe ngerasa risih dengan Mr. Fine tersebut. Alasan utama karna ngajarnya yang terlalu garing de el el.
Yah, kalau menurut gue biasa aja. Toh gue mah udah diniatin mau belajar ya belajar nggak neko-neko.
Cerita masih berlanjut, sampai awal maret kemarin kita mutusin untuk udahan dari lembaga mejiku dan beralasan sibuk nyiapin kelas 3 nanti. Alhasil hilang kontaklah gue bersama mejiku dan beberapa mentor dan of course si Mr. Fine tersebut.
Lain cerita bila Rindu, dia masih nglanjutin privat sendiri dan tentunya berdua bareng Mr. Fine sebagai mentor. Sekian hari sekian minggu dan berlanjut privat tersebut.
Sampailah cerita horror ini, Rindu bilang kemarin habis dari tempat pemilik mejiku. Ternyata disana dia diceritain :

Mr. Fine itu, ngebuka tempat privat sendiri dan atas nama dia sendiri padahal ketua lembaga kursus mejiku yang mempekerjakannya, memberi tumpangan tempat tinggal, makan dan kebutuhan lainnya.
Mr. Fine dengan sangat PD’nya menghakcipta karangan modul yang dibuat bersama-sama dengan mentor lainnya atas nama dia sendiri.
Mr. Fine sering melewatkan mengajar untuk murid-murid legal dengan beralasan yang tak jelas. Sedang para murid ilegalnya, sekarang tidak mendapat kepastian ijazah.
Puncaknya, suami ketua lembaga mejiku ngamuk atas perbuatan anak buahnya terhadap sang istri. Masih dengan cerita yang menggebu-gebu Rindu bilang kalau bapak (suami ketua pemilik mejiku) mengusir Mr. Fine dari rumah mereka tengah malam dengan keadaan tidak terhormat.
Diiringi tangis air mata buaya, Mr. Fine dikirim pulang ke Lombok where he used tobe :))



Isi SMS yang meyakinkan kalau Mr. Fine itu pantas untuk diusir dengan tidak hormat adalah
“hahaha, ibu itu S2 tapi bodoh. Masa bisa saya bohongin”
Ibu Rena membalas
“nggak pantas nama kamu Fine, harusnya diganti Mr. Creazy!!”
Lalu dib alas oleh Mr.
“hahaha ia, harusnya nama saya Fine Rena”

Tidak ada komentar: