11 Jul 2010

Bernapas Dengan Oksigen yang Sama

Jalanan becek dan tidak nyaman, berhambur dengan bau sampah yang basah tak sempat :lebih tepatnya malas untuk dibuang.
Hiruk pikuk kanan kiri terdengar menusuk telinga sepanjang jalan tentang penawaran
tentu saja di pasar.

Seorang paruhbaya mengalihkan pikirannku yang diburu kantuk pagi ini,
Suara teriakannnya parau karna beberapa hari yang lalu dan juga semalam usai diguyur hujan.
Jaket putih yang dipakainya tidak lagi tampak putih dan tidak bisa melindungi tubuh paruhbayanya yang basah oleh air hujan.
Hari ini masih sama seperti kemarin juga berulang lagi dan lagi.
Teriakannya menjajakan jasa pijatan semakin parau tertelan keriuhan pasar.
Kadang beruntung seseorang menggunakan jasanya, walau hanya seorang dan inipun masih kadang.

Sejak subuh belum berkumandang hingga petang nanti akan kalian dapati dirinya masih setia berjalan membawa tongkat yang sudah beralih fungsi menjadi mata penunjuknya untuk berjalan.
Tak jarang mengkhianatinya untuk tersandung dan menendang barang di depan lelaki itu.

Coba lihat dia sekali untuk mengetahui perjuangan seorang paruhbaya yang buta menjajakan jasanya ditengah keramaian pasar demi sesuap nasi.

Dia sering terlihat mondar-mandir dan berkeliling sepanjang jalan pasar baru, Indramayu.

2 komentar:

donyjuanda mengatakan...

ibadah yang sejati termasuk mengunjungi anak yatim-piatu & janda2 miskin
btw udah ikutan vote komodo island?
http://donyjuanda.wordpress.com/2010/05/04/komodo/

Mrs. Smile mengatakan...

:) iiah....

:O baru tau, ikutan vote juga
makasih infonya