16 Jul 2010

Kedudukan Pancasila Bagi Bangsa Indonesia

Tugas pertama duduk di kelas 3 hehehe mau share aja biar nambah pengetahuan. Mau pamer juga dalam 2 hari udah kelar 8) 
ini adalah komitmen perubahan di postingan sebelumnya kalau kelas 3 harus berubah !!!
*terdengar samar2 Obama nyanyi lagu kampnye nya  'change...change'

Setelah terbantu oleh akses internet yang begitu bapuk karna sering pisun delay (wote'ef ??) tapi kalau udah di niatin sampe tengah malempun dijabanin buat nylesein.

Hasil punya gue (kurang-lebih-banyak kopas dari berbagai sumber piss --piss)


1.      Pancasila sebagai Dasar Negara
Pengertian pancasila sebagai dasar negara, sesuai dengan bunyi Pembukaan UUD 1945 pada alinea keempat ”…....., maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia dalam suatu Undang-Undang Dasar Negara Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasarkan kepada; Ketuhanan Yang Maha Esa; kemanusia yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”.

Dalam pengertian ini pancasila merupakan suatu dasar nilai serta norma untuk mengatur pemerintahan negara atau dengan kata lain pancasila merupakan suatu dasar untuk mengatur penyelenggaraan Negara, karena :
v  Azas Ketuhanan yang Maha Esa : Tercermin dalam tiga bidang ketatanegaraan Indonesia (Eksekutif, Legislatif, Yudikatif)
v  Azas Perikemanusiaan : adalah azas yang mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai mahluk tuhan.
v  Azas Kebangsaan : setiap warga negara mempunyai kedudukan, hak dan kewajiban yang sama
v  Azas Kedaulatan Rakyat : menghendaki bahwa setiap tindakan negara harus berdasarkan keinginan rakyat
v  Azas Keadilan Sosial : menghendaki bahwa tujuan negara adalahmewujudkan keadilan sosial secara merata

2. Pancasila sebagai Landasan Hukum / Sumber Hukum
Pancasila adalah jiwa, ini sumber dan landasan UUD 1945. Secara teknis dapat dikatakan bahwa pokok-pokok pikiran yang terdapat dalam pembukaan UUD 1945 adalah garis besar cita- yang terkandung dalam pancasila. Batang tubuh UUD 1945 merupakan pokok-pokok nilai-nilai pancasila yang disusun dalam pasal-pasal.
Di dalam Pembukaan UUD 1945 tersebut meskipun tidak tercantum kata Pancasila, namun bangsa Indonesia sudah bersepakat bahwa lima prinsip yang menjadi dasar Negara Republik Indonesia disebut Pancasila. Kesepakatan tersebut, tercantum pula dalam berbagai Ketetapan MPR-RI diantaranya sebagai berikut :
1)      Ketetapan MPR – RI No.XVIII/MPR/1998, pada pasal 1 menyebutkan bahwa “Pancasila sebagaimana dimaksud dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 adalah dasar negara dari Negara Kesatuan Republik Indonesia harus dilaksanakan secara konsisten dalam kehidupan bernegara”.
2)      Ketetapan MPR No. III/MPR/2000, diantaranya menyebutkan : Sumber Hukum dasar nasional yang tertulis dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa; kemanusia yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

3. Pancasila sebagai Idiologi Bangsa
Pandangan hidup bangsa dapat disebut sebagai idiologi bangsa (nasional), dan pandangan hidup negara dapat disebut sebagai idiologi negara. Pancasila dasar negara kita dirumuskan dari nilai-nilai kehidupan masyarakat Indonesia yang berasal dari pandangan hidup bangsa yang merupakan kepribadian, bangsa perjanjian luhur serta tujuan yang hendak diwujudkan. Karena itu pancasila di jadikan idiologi negara.
Pancasila merupakan kesadaran cita-cita hukum serta cita-cita moral luhur yang memiliki suasana kejiwaan serta watak bangsa Indonesia, melandasi prolamasi kemerdekaan RI 17 Agustus 1945.
Pancasila pada hakekatnya bukan hanya merupakan suatu hasil perenungan atau pemikiran seseorang atau kelompok orang sebagaimana ideologi-ideologi lain di dunia, namun Pancasila diangkat dari nilai-nilai adat istiadat, nilai-nilai kebudayaan serta nilai religius yang terdapat dalam pandangan hidup masyarakat Indonesia sebelum membentuk negara, dengan lain perkataan unsur-unsur yang merupakan materi (bahan) Pancasila tidak lain diangkat dari pandangan hidup Masyrakat sendiri, sehingga bangsa ini merupakan kuasa materialis (asal bahan) Pancasila.
Pengertian lainnya :
v  Ideologi dipandang sebagai sistem pemikiran yang diciptakan oleh suatu kekuatan untuk kepentingan kekuatan itu sendiri.
v  Ideologi tidak ditekankan pada kebenaran-kebenaran intelektual melainkan pada manfaat-manfaat praktikal
v   Ideologi meminta kesetiaan yang tegas tanpa kompromi – karenanya bersifat dogmatik-.
v   Ideologi Mengandung suatu eksklusifisme total serta determinisme yang monolitik.
v   Ideologi lebih dipandang sebagai “belief system” dan “power system” daripada hal yang bersifat ilmiah dan falsafahiah

4. Pancasila sebagai Pandangan Hidup Bangsa
Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa sebenarnya merupakan perwujudan dari nilai-nilai budaya milik bangsa Indonesia sendiri yang diyakini kebaikan dan kebenarannya. Pancasila digali dari budaya bangsa sendiri yang sudah ada, tumbuh, dan berkembang berabad-abad lamanya. Oleh karna itu, Pancasila adalah khas milik bangsa Indonesia sejak keberadaannya sebagai sebuah bangsa. Pancasila merangkum nilai-nilai yang sama yang terkandung dalam adat-istiadat, kebudayaan, dan agama-agama yang ada di Indonesia. Dengan demikian, Pancasila sebagai pandangan hidup mencerminkan jiwa dan kepribadian bangsa Indonesia.
Sebagai pandangan hidup bangsa, Pancasila juga berperan sebagai pedoman dan penuntun dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Dengan demikian, ia menjadi sebuah ukuran/kriteria umum yang diterima dan berlaku untuk semua pihak. Pandangan hidup berfungsi sebagai kerangka acuan baik untuk menata kehidupan diri pribadi maupun dalam interaksi antar manusia dalam masyarakat serta alam sekitarnya.

5. Pancasila Sebagai Sistem Filsafat
Pancasila disebut  Filsafat karena Pancasila memenuhi ciri-ciri sebagai filsafat yakni :
v  Sistematis, fundamental, universal, integral, dan radikal mencari kebenaran yang hakiki.
v   Filsafat yang monotheis dan religius yang mempercayai adanya sumber kesemestaan yaitu Tuhan yang Maha Esa.
v   Monodualisme dan monopluralisme atau integralistik yang mengutamakan ketuhanan, kesatuan dan kekeluargaan.
v  Memiliki corak universal terutama sila I dan sila II serta corak nasional Indonesia terutama sila III, IV dan V.
v  Idealisme fungsional (dasar dan fungsi serta tujuan idiil (sekaligus)
v  Harmoni Idiil (asas selaras, serasi dan seimbang)
v  Memiliki ciri-ciri dimensi idealitas, realitas dan fleksibilitas
v  Sila-sila Pancasila merupakan satu kesatuan sistem yang bulat dan utuh (sebagai suatu totalitas)

6. Pancasila sebagai Jati Diri Bangsa
Sebelum Pancasila disahkan sebagai dasar filsafat, nilai-nilai Pancasila sudah ada pada diri bangsa Indonesia yang dijadikan sebagai pandangan hidup, misalnya nilai-nilai adat istiadat, kebudayaan, keagamaan serta sebagai kausa materialis Pancasila. Jadi Bangsa Indonesia dan Pancasila tidak dapat dipisahkan sehingga Pancasila disebut sebagai jati diri bangsa Indonesia.
Pandangan hidup dan filsafat hidup merupakan kristalisasi nilai-nilai yang diyakini kebenarannya oleh bangsa Indonesia yang menimbulkan tekad untuk mewujudkannya dalam sikap, tingkah laku dan perbuatannya. Dari Pandangan hidup dapat diketahui cita-cita dan gagasan-gagasan yang akan diwujudkan bangsa Indonesia.Di dalam Pancasila terdapat tata nilai yang mendukung tata kehidupan sosial dan kerokhanian bangsa yang menjadi ciri masyarakat, sehingga Pancasila sebagai jati diri bangsa Indonesia.

7. Pancasila sebagai Etika  (Nilai, Moral, Norma)
Pancasila memuat nilai-nilai luhur dan mendalam yang menjadi pandangan hidup dan dasar negara yakni nilai dasar, nilai instrumental dan nilai praksis :
v  Nilai dasar adalah azas yang kita terima sebagai dalil yang kurang lebih mutlak.
v   Nilai instrumental adalah pelaksanaan umum nilai-nilai dasar biasanya dalam norma sosial
dan norma hukum yang selanjutnya terkristalisasi dalam lembaga-lembaga yang sesuai dengan kebutuhan tempat dan waktu
v   Nilai praksis adalah nilai yang sesungguhnyakita laksanakan dalam kenyataan
Ø  Pancasila Sebagai Etika Nilai
a)      Pancasila memuat nilai-nilai luhur dan
b)      mendalam yang menjadi pandangan hidup
c)      dan dasar negara yakni nilai dasar, nilai
d)     instrumental dan nilai praksis :
1.      Nilai dasar adalah azas yang kita terima sebagai
dalil yang kurang lebih mutlak.
2.      Nilai instrumental adalah pelaksanaan umum
nilai-nilai dasar biasanya dalam norma sosial
dan norma hukum yang selanjutnya
terkristalisasi dalam lembaga-lembaga yang
sesuai dengan kebutuhan tempat dan waktu
3.      Nilai praksis adalah nilai yang sesungguhnya
kita laksanakan dalam kenyataan

Ø  Pancasila Sebagai Etika Norma
a)      Pancasila sebagai sumber perubahan hukum : berfungsi
sebagai paradigma hukum terutama kaitannya dengan
berbagai macam upaya perubahan atau pembaharuan
hukum dengan fungsi :
1.      Fungsi Konstitutif; menentukan dasar suatu tata hukum
yang memebri arti dan makna bagi hukum itu sendiri
2.      Fungsi Regulatif; menentukanapakah suatu hukum positif
itu merupakan produk yang adil atau tidak adil
3.      Sumber dari segala sumber hukum (sumber hukum
formal dan sumber material hukum).
4.      Pancasila sebagai Nilai Pertahanan dan Keamanan: bukan
hanya pada para aparat penegak hukum yang dengan
sendirinya harus berlandaskan nilai-nilai serta norma
yang bersumber pada landasan filosofis negara Pancasila,
tetapi juga untuk politisi dan intelektual

Ø  Pancasila sebagai Etika Moral
a)      Pancasila sebagai moral perorangan, moral bangsa
dan moral negara mempunyai pengertian :
1.       Dasar negara Republik Indonesia yang merupakan
sumber dari segala sumber hukum yang ada dan berlaku
2.       Pandangan hidup bangsa Indonesia yang dapat
mempersatukan serta memberi petunjuk dalam mencapai
kesejahteraan dan kebahagiaan lahir batin dalam
masyarakat yang beraneka ragam sifatnya
3.       Jiwa dan kepribadian bangsa Indonesia karena Pancasila
merupakan ciri khas Bangsa Indonesia yang tidak dapat
dipisahkan dari Bangsa Indonesia serta yang
membedakan bangsa Indonesia dengan bangsa lain.

8. Pancasila Sebagai Lambang Negara
Garuda Pancasila dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Lambang negara Indonesia berbentuk burung garuda yang kepalanya menoleh lurus ke sebelah kanan, perisai berupa jantung yang digantung dengan rantai pada leher Garuda, dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika ditulis di atas pita yang dicengkeram oleh Garuda. Lambang ini dirancang oleh Sultan Hamid II dari Pontianak, yang kemudian disempurnakan oleh Presiden Soekarno. Pancasila juga merupakan dasar filosof bangsa Indonesia.
Ø  Deskripsi dan arti filosofi
v  Garuda Pancasila sendiri adalah lambang berupa burung garuda yang sudah dikenal melalui mitologi kuno yaitu burung yang menyerupai burung elang rajawali. Garuda digunakan sebagai Lambang Negara untuk menggambarkan bahwa Indonesia adalah bangsa yang besar dan negara yang kuat.
v  Perisai adalah tameng yang telah dikenal lama dalam kebudayaan dan peradaban asli Indonesia sebagai bagian senjata yang melambangkan perjuangan dan perlindungan diri untuk mencapai tujuan.
v  Semboyan Bhinneka Tunggal Ika adalah pepatah lama yang pernah dipakai oleh pujangga ternama Mpu Tantular. Kata bhinneka merupakan gabungan dua kata: bhinna dan ika diartikan berbeda-beda tetapi tetap satu dan kata tunggal ika diartikan bahwa di antara pusparagam bangsa Indonesia adalah satu kesatuan. Semboyan ini digunakan menggambarkan persatuan dan kesatuan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
v  Garuda dengan perisai memiliki paruh, sayap, ekor, dan cakar yang mewujudkan lambang tenaga pembangunan.
v  Garuda memiliki sayap yang masing-masing berbulu 17, ekor berbulu 8, pangkal ekor berbulu 19, dan leher berbulu 45 yang merupakan lambang tanggal 17 Agustus 1945 yang merupakan waktu pengumandangan proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia.
v  Di tengah-tengah perisai terdapat sebuah garis hitam tebal yang melukiskan katulistiwa yang merupakan garis untuk melambangkan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan negara merdeka dan berdaulat yang dilintasi garis katulistiwa.
9. Pancasila sebagai Tujuan Bangsa
Seperti yang tertulis dalam mukaddimah pembukaan UUD 1945, tujuan bangsa Indonesia terdapat dalam Pancasila sebagai lambang Negara.
Ø  Pada perisai terdapat lima buah ruang yang mewujudkan dasar Pancasila sebagai berikut :
1.      dasar Ketuhanan Yang Maha Esa dilambangkan dengan cahaya di bagian tengah perisai berbentuk bintang yang bersudut lima
2.      dasar Kemanusiaan yang Adil dan Beradab dilambangkan dengan tali rantai bermata bulatan dan persegi di bagian kiri bawah perisai
3.      dasar Persatuan Indonesia dilambangkan dengan pohon beringin di bagian kiri atas perisai
4.      dasar Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan dilambangkan dengan kepala banteng di bagian kanan atas perisai
5.      dasar Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia dilambangkan dengan kapas dan padi di bagian kanan bawah perisai



PS : Gak Elit dah kalau copas tanpa usaha !!

14 Jul 2010

Friendly Award

Thank soo much for my best buddy blogger, Renee =*
A few days ago she gave me a new award and sorry soo late to post it.
 
this is it, my new cute award
taraaamph....
 
She's kind to give me this Friendly Blog Award, and she made it herself yay =)

This my second awards and I wish I'll become a-buddy-online-blogger lol
 
Thank you Renee, awardnya beneran cute daah hahaha keep on writing :* :*

Maju Dua Langkah, Mundur Selangkah

Nggak kerasa udah 2 tahun make seragam putih-abu, tinggal berapa bulan lagi segala atribut almamater yang berkaitan dengan sekolah bakal di tanggalin.
 
Udah nyampe hari ketiga masuk sekolah dan menjadi warga baru di kelas 12 ipa 2. Bersama para mereka yang berotak brilian dan otak gue yang karatan (wote’ef)
Gue minder tenanan =(
Baiklah, untuk mengejar ketinggalan gue yang teramat sangat sekali ketinggalan gue harus menyusun strategi belajar dan pola keseharian gue yang random-activities.
Dengan serius gue dengerin guru Biologi gue tadi member petuah untuk anak didiknya yang mengkhawatirkan tentu saja ditujukan untuk gue. Kira-kira seperti ini yang beliau pesankan dan merasuk ke dalam hati gue :
Beliau : Semua hal itu bisa terjadi saat kalian nanti melanjutkan ke perguruan tinggi, bagi yang pintar jangan terlalu optimis dan bagi yang merasa biasa dan kurang juga jangan terlalu pesimis
Gue : (dalam hati) gue harus selalu optimis!
Beliau : PMDK itu bisa jadi milik siapa saja, angkatan tahun lalu yang bukan pemegang peringkat bisa dapat PMDK sedang yang siswa peringkat 3 besar malah gagal.
Gue : (dalam hati) kesempatan bisa jadi milik gue!
Beliau : Pilih universitas yang bagus sekalian, jangan asal-asalan!
Gue : (dalem hati) UI, UGM, Unwir* ?
Beliau : Mulai berubah dari sekarang jangan nunggu nanti keburu telat!
Gue : (dalem hati) Berubah demi masa depan !
Beliau : Tentu saja rajin belajar dan belajar, kuat do’a dan sholat malam jangan lupa puasa.
Gue : (dalam hati) bangun pagi aja jam 7 kurang sedikit, solat subuh sering alfa solat malam apalagi. Puasa ? hutang kemarin aja belom kebayar >.< banyak dosa gue !

Seperti yang gue tekadkan mulai sekarang ini, maju dua langkah mundur cukup selangkah! Gue bosen denger orang cuma maju selangkah, ini namanya terobosan baru sebuah perubahan dari pemikiran gue yang cetek.
Maju 2 langkah untuk resiko dan cukup selangkah untuk mundur dan mengulang, mantaaap!!!!
Gue akan mulai me-list perubahan kecil gue demi masa depan, dan akan gue lakukan (demi masa depan)
Here we go : 
 1. Bangun Pagi
Tidur akan lebih awal, biasanya jam 12malam jadi jam 10malam. Bangun biasanya jam 5 lebih 2 jam gue akan lebih pagi lagi untuk bangun pagi dan memanfaatkannya untuk belajar. Bagaimana dengan jam 4 (lebih 2 jam) ? Good!
2. Sholat Penuh
Maksud gue, nggak boleh absen solat wajib dan harus ditambah dengan solat sunnah malam dan dhuha.
3. Rajin Belajar
Jatah belajar saat malam 3 jam dan gue akan luangin 2 jam untuk mengulang pelajaran setiap pulang sekolah dan setiap minggu gue harus ngerjain soal-soal latihan.
4. Mandiri dan Sigap
Mencakup tugas yang diberikan guru, gue harus ontime ngumpulin tugas bahkan gue akan lebih cepat. Mandiri buat ngerjain tanpa kopas dari makhluk lain !!!
5. Nabung
Gue harus pinter-pinter ngatur keuangan buat di universitas nanti dan hal-hal tak terduga lainnya.
6. Random-Activities
Gue pilih hari jum’at sebagai hari bebas untuk gue nonton dan membaca novel or something !

Gue sendiri belom diniatin secara batin baru rencana dan semoga gue cepat sadar sebelum telat terlambat, gue akan banyaka demi banyak menepati perubahan gue agar menjadi manusia berguna kelak. Amin !

12 Jul 2010

Berlibur ke Pantai (tidak ke Rumah Nenek)


Liburan kenaikan kelas 2 minggu itu bagi gue adalah seperti gue ngabisin 2 jam bobo di kelas dengan (tidak) nyenyak.
Bagaimana nasib liburan gue kemarin ?
Dengan santun gue jujur membantu ortu gue di kios untuk mengumpulkan duit pahala selama liburan. Liburan bagi gue memang nggak pernah berkesan, dan hari minggu kemarin menutup liburan suram gue bareng sahabat gue Rossi Indrasari kita berdua pergi ke pantai dan bergila-ria disana. Of course cuma berdua kawan! 
Setelah membawa Adam tanpa pamit dari kios, we went to the beach yiihaaa =D




Medan yang di tempuh sangat-sangat tidak mengenakan, pantat anda dijamin akan segera panas saat menempuh perjalan kesana hihihi
Tentu saja pantai di kota gue yang gue maksudkan ‘disana’
Dengan jalanan berjerawat nggak pernah dapet sentuhan aspal, juga keadaan sekitar pantai yang gue kasarin bakal dapet kata kumuh untuk menggambarkan pantai yang jelas tidak terawat dan ala kadarnya.



Jalanan yang terlihat extrem dan miris tersebut hampir membuat gue dan Ossy sukses tercebur bersama Adam =(
Adakah pemandangan yang terlihat menyejukan mata dan menyegarkan pikiran sesampainya disana ???
Nggak ada !

Judulnya pantai bagi gue tempat itu dipenuhi air dan berombak juga berpasir. Cukup.

Ditemani  4 ice Cream yang dibeli saat perjalanan berangkat lalu tidak bernama ice cream lagi saat sampai di pantai karna sudah meleleh dengan cair =)

Lalu berfoto dan bervideo gila di tengah pasir, sampai menutup sore menutup kebersamaan dan menutup liburan kenaikan kelas untuk yang terakhir bersama :)




11 Jul 2010

Bernapas Dengan Oksigen yang Sama

Jalanan becek dan tidak nyaman, berhambur dengan bau sampah yang basah tak sempat :lebih tepatnya malas untuk dibuang.
Hiruk pikuk kanan kiri terdengar menusuk telinga sepanjang jalan tentang penawaran
tentu saja di pasar.

Seorang paruhbaya mengalihkan pikirannku yang diburu kantuk pagi ini,
Suara teriakannnya parau karna beberapa hari yang lalu dan juga semalam usai diguyur hujan.
Jaket putih yang dipakainya tidak lagi tampak putih dan tidak bisa melindungi tubuh paruhbayanya yang basah oleh air hujan.
Hari ini masih sama seperti kemarin juga berulang lagi dan lagi.
Teriakannya menjajakan jasa pijatan semakin parau tertelan keriuhan pasar.
Kadang beruntung seseorang menggunakan jasanya, walau hanya seorang dan inipun masih kadang.

Sejak subuh belum berkumandang hingga petang nanti akan kalian dapati dirinya masih setia berjalan membawa tongkat yang sudah beralih fungsi menjadi mata penunjuknya untuk berjalan.
Tak jarang mengkhianatinya untuk tersandung dan menendang barang di depan lelaki itu.

Coba lihat dia sekali untuk mengetahui perjuangan seorang paruhbaya yang buta menjajakan jasanya ditengah keramaian pasar demi sesuap nasi.

Dia sering terlihat mondar-mandir dan berkeliling sepanjang jalan pasar baru, Indramayu.