8 Jun 2010

Mendung di Juni


Juni kedua untukku setelah dirinya yang pergi
Lalu Juni datang setelah dirimu pergi di bawanya
Aku seorang pesakit cinta di Juni tapi tak pernah lelap di buainya.

Diatas kesadaran aku menangisimu
Walau tak lebih dari sepuluh menit dan seharian
Bukan kebohongan bila aku terus mengagumimu
Dan bukan kemunafikan aku sakit karenamu

Aku bersyukur Juni mengantarku pada libur panjang kenaikan sekolah
Lebih lagi jarang untuk tak bertemu denganmu

Beberapa hari ini sekolahku tampak muram dan pagi selalu mendung
Jalan dekat kelasmu seperti tidak pernah mendapat perhatianku lagi

Sedikit berpura tegar di hadapan teman-teman,
Sedikit berpura tak melihatmu lagi dan menghindari untuk segera menjauh
Menyita jam yang terasa panjang tanpamu

Tak lagi menyengajakan diri bertemu
Tak lagi bel mengusirku dari kursi kelas
Tak lagi berlama di kantin menunggumu
Tak lagi melihatmu di bermain bola
Tak lagi ingin bertemu denganmu, saat ini !

Saat ini, cukup bagiku untuk menarik napas panjang dan bersiap untuk menerima kejutan darimu lagi. Aku tak perduli dengan seseorang disana yang kau dekati atau bahkan berstatus lain untukmu.
Aku hanya mengagumimu sampai saat ini sama seperti dulu.

Tidak ada komentar: