10 Jun 2010

Do'a yang Tak Pernah Meninggalkan Kita

Sebuah do'a yang mungkin gue juga udah lupa berapa kali gue sebut nama dia dalam do'a gue, nama dia di akhir do'a gue, nama dia dalam do'a panjang gue.


Do'a yang dulu pernah gue ucapin, do'a yang gue minta dengan kesungguhan gue. Satu nama yang dulu gue cari susah payah, satu wajah yang gue jarang temui di sekolah dan satu do'a yang mengantar gue pada kebesaranNya.
Gak pernah sekalipun gue ragu untuk meminta, walau kesabaran gue taruhannya untuk menunggu. Semua terjawab begitu pelan, indah dan terencana tiap detiknya. Jalannya tak pernah berbelok, gue bahkan gak bisa menebak apa yang selanjutnya terjadi.

Dimana gue bisa mutusin perasaan gue dulu yang pernah terucap di do'a gue. Sebuah perasaan baru yang lebih indah dari sekedar ingin memiliki, memintanya lebih untuk bersama gue.

Tuhan punya rencana lain buat gue saat ini terhadapnya. Gak bisa gue sangkal gue menolaknya, tapi do'a gue menyerahkan dia untuk gue saat ini.

Kebersamaan gue yang tersembunyi bersamanya selama ini, mencipta ruang baru buat dia yang berarti lain di hati gue. Do'a gue datang di saat waktu yang tepat.

Kebersamaan gue bareng dia tinggal berjarak hari, semakin sempit kesempatan gue tapi nggak dengan kedekatan gue. Saat-saat gue bersama dia bukan tanpa alasan dan bahkan kecanggungan kadang terlalu diam.

Mendung di Juni seperti terusir olehnya, walau mendung terakhir gue menikmati dengannya.
Menikmati setiap jalan yang gue lewati dan semua lebih berbeda di mata gue karnanya.

Saat ini, do'a gue datang dengan jalannya membawa gue untuk berpikir lebih dan panjang. Do'a bukan sebuah permainan lagi bagi gue. Dia datang sesudah gue lupa gue meninggalkannya dengan ribuan kalimat yang dulu gue ucapin.

Mungkin ini adalah akhir dari jawaban do'a gue, sebuah akhir yang indah dan akan gue kenang dan gue bawa untuk waktu yang lama.

Tidak ada komentar: