31 Mei 2010

Lihatlah Aura Sexy


Judulnya begitu menggoda, gue yakin kalau kena google engine pasti yang nge-search maunya bintang sexy teteh Aura Kasih hahaha
Gue copy artikel ini dari situs langganan gue kawan :D
Gue belum sempet praktekin, tapi kayanya kawan patut dicoba

Kawan tinggal ikutin langkah di bawah ini, sediain waktu dan pastikan gak ada yang akan mengganggu konsentrasi kawan.

1. Melihat Aura Dengan Jari Tangan

Carilah tembok yang berwarna putih, lalu duduklah dengan tenang pada jarak 1/2
meter dari tembok. Ambil nafas sebanyak mungkin dan tahan selama
mungkin. Lakukan sebanyak 5 kali. Gosoklah kedua telapak tangan hingga
terasa hangat. Tempelkanlah masing-masing jari tangan kanan dan kiri
saling berpasangan. 
Letakkanlah kedua tangan yang masih berpasangan
tadi 30 cm didepan mata dengan latar belakang tembok berwarna putih.
Renggangkanlah perlahan-lahan kedua telapak tangan saling menjauh.
Perhatikanlah, antara kedua ujung jari tadi akan mengeluarkan garis
cahaya putih. Itulah aura yang memancar dari ujung jari kita.

2. Melihat Aura Dengan Telapak Tangan

Tariklah nafas dan gosokkanlah kedua telapak tangan seperti pada cara No. 1.
Tempelkanlah salah satu telapak tangan pada tembok yang berwarna putih.
Tariklah nafas, tahan dan hembuskanlah. Lepaskan telapak tangan dari
tembok. Amatilah bekas telapak tangan yang tertinggal ditembok. Itulah
aura yang memancar dari telapak tangan dan lama kelamaan akan larut
dalam aura alam.

3. Melihat Aura Diri Sendiri

Letakkanlah cermin besar dihadapan kita. Duduklah dengan tenang. Usahakanlah latar
belakang tembok berwarna putih dan penerangan berupa lampu neon.
Tariklah nafas sebanyak mungkin dan tahanlah selama mungkin. Ulangilah
sebanyak 5 kali. Tataplah bayangan diri kita yang ada dicermin.
Pandangan mata diusahakan tidak melihat tubuh maupun bayangan tubuh,
namun lihatlah batas tepian kepala dengan latar belakang tembok.

Setelah pandangan mata kita terfokus, maka perlahan-lahan dari kepala
dan bahu akan keluar cahaya aura kita. Sinar yang pertama kali
terlihat, biasanya berwarna putih. Putih ini biasanya bukan merupakan
warna aura kita yang sesungguhnya, melainkan dari warna aura yang
sesungguhnya. Tataplah terus sampai kita melihat warna lain yang tidak
berubah. Setelah berhasil, mulailah untuk melihat aura orang lain.

4. Melihat Aura Orang Lain

Mintalah bantuan seseorang yang akan menjadi objek untuk berdiri didepan tembok
yang berwarna putih. Usahakanlah penerangan didalam ruangan dibuat
remang-remang atau redup. Berdirilah lebih kurang 3 meter didepan
objek. Fokuskanlah pandangan mata pada bagian tepi kepala dan bahu
objek. Perlahan-lahan akan keluar sinar aura dari tepi kepala objek.
Fokuskanlah pandangan pada seluruh tepian tubuh objek, maka seluruh
tubuh objek akan memancarkan warna aura.

30 Mei 2010

Wanna be Whatever part 1

Mata gue pagi ini sangat redup, gue yakin kena kentut dikit pasti tubuh gue tumbang. Hari ini gue ada jadwal shooting kawan. Jangan heran dan gue emank nggak narsis, karna hari ini gue beneran shooting buat bikin tugas Bhs. Inggris hahaha. Gue perkenalkan siapa saja di balik dan di depan layar :

Dengan bangga pasti gue hadir menyemarakan minggu-gila hari ini. Sebenernya gue mau nampilin wajah cowo di belakang gue, tapi salah dia gak nongol.
Do'i satu-satunya anggota ganteng di kelompok gue. Gimana enggak, ber-5 dia sendiri cowoknya. Namanya Wibisono J.Z panggilan gahol "Bison".



Ini salah satu pemeran terbaik dan the real wanna be, entah kenapa dia selalu bisa total kalau udah di depan kamera. Namanya Wati Puji Astuti. Rumahnya pualing jauh dan paling gokil dan paling lugu dan paling-paling dia nggak tahu kalau gue  pasang poto dia yang ini.

Dengan lugu do'i ngakak, "kok, poto saya mirip kaya pembantu sih ?? bentar, mau nyari sapu dulu potonya" gue cuma diem sambil ngangguk, dan bison ngakak dibelakang gue.

Bukan !!! Bukan gue lagi, tapi cewe yang lagi prihatin ngeliat kerakusan gue. Namanya Aan Nurjanah, yang pualing ribet di ajak jalan karna alesannya kepentok sama cowonya. Damn, I hate this part !!!

Pernah sekali ngilangin mood gue waktu cowo dia nelpon buat udahan shootingnya, -Hello !!!-

Intinya mah bakal ribet wkwkwkw =D


Lalu, beri tepuk tangan yang meriah untuk yang satu ini
(plak-plak-plak)

Gak perlu gue promosiin dia lagi dan obrak-abrik tentang dia, tak lain dan tak bukan ya Rindu WP (wanita perkasa), entah harus gue bilang beruntung atau petaka gue sekelompok sama dia hahaha ^^v
Gue harap siih, gak ada yang illfil liat leher Rindu berkepala dua gitu wkwkwkw =P

Poto-poto di atas di ambil saat di rumah Rindu, tempat kedua lokasi shooting setelah rumah Bison, dan setelah insiden kondangan yang tahii dan baonk* sangat karna gue dan Wati harus nunggu 2jam sampe ketiduran di rumah gue dengan damai. Cuma buat nunggu Rindu balik dari kondangan. Ndoro putriii... capek deeh...

Jam 9 dia kerumah gue, dan kita cabut ke rumah Bison. Gue sangat tertarik dengan ini


Gue kobe dah di rumah Bison, ortu dia lagi pergi dan sangat-sangat gue pergunakan waktu dengan baik untuk menjarah makanannya hahaha. Banyak kelinci dia... hiiy, gue aja mainin kelinci dia yang baru beranak. Matanya pink, lebih dari bule :D kalo bule mah Ijo demen Dollar $$.
Tapi liat dah poto kelinci di atas, buluk-buluk kaya yang punya -Bison- jgakgakgak

Di tempat Bison cuma dapet satu iklan, Rindu langsung cabut mau kondangan. Sisanya gue sama Wati pulang ke rumah gue dan kita solat dan kita makan dan kita bobo. Aan ?? don't know where.

Siangnya, kita berlima kumpul di rumah rindu dan dapet 1 iklan (waah)  yang gue yakin ge bakal ngakak tiap liat rekamannya. Iklan parfum yang berbelok jadi ke terasi... hahaha

Deadline tinggal 4 hari, entah deh gue yang dipercaya ngedit berhasil nggak....
Besok shooting lagi dan....
God, please don't take my breathe ! Cause Im still became a secret admirer :'> hihihi

Sisanya kita ke Gatsoe dan maem es buah seharga Rp10.000 nyam...nyam...kurang berasa =(

Yang terlihat itu, duit gue sama Rindu, maghrib baru nyampe rumah. Pegel, kere tapi hepii =D

28 Mei 2010

'Tak Lagi Sekedar Pengagum


Tak pernah sebaik seperti ini. . . maka tolonglah aku melepas beban yang tak sempat tersampaikan. Tak mudah bersembunyi saat ruangan terlalu gelap dan pengap. Menyesakan napasku yang memburu di belakangmu. Kukosongkan tempat yang indah untukmu, kubangun dari keyakinanku yang semakin menipis di rampas waktu tapi aku masih berdiri di atas keyakinanku.

 

Tak lebih hanya melihat punggungmu, cukup bagiku

Aku mulai merasa aneh setiap kali melihatmu, bukan saja karna penolakan tak langsung darimu karna pesan chat yang aku kirim lewat FB. Ada hal lain yang lebih membuatku bertahan untuk berdiri di atas keyakinanku. Aku tak lagi menjadi pengagum rahasiamu, begitu banyak teman-temanku dan tentunya mereka juga temanmu yang tahu tentang hal ini juga perasaan ini.

Tidak akan pernah lucu bagiku karna mereka tertawa tiap aku melihatmu. Mungkin karna mereka juga kau tahu aku bernapas disini dan mengagumimu hingga kini. Aku tak pernah belajar dari setiap kesalahanku jika aku menggunakan hatiku. Semua terasa sama dan begitu membohongi. Perasaan ini tak tertahankan dan memuakkan bagimu jika kau tahu.

Satu semester aku berhasil menjaga perasaan ini dengan tumpuan lukaku, menanti akhir yang bahagia dan tak bertemu sebuah awal yang indah. Tetapi hari ini semua sia - sia. Tak ada awal juga akhir....

Semua samar, berbaur seperti hamburan puzzle yang harus kutata ulang. Tapi mungkin bukan dirimu. Masih -mungkin- dirimu dan dirimu. Entah akan bertahan hingga kapan. Sekali lagi aku siap untuk vaksin kekebalan sakit hati.


Hari ini aku cukup lama melihatmu, cukup malu untukku, cukup sakit untuk hatiku, cukup deras air mataku dan cukup aku akhiri dan akan ku ulangi. Perasaan ini seperti mempermainkan aku sendiri.

Salah satu temanmu -dia juga temanku- yang tak bermaksud jahat padaku siang tadi. Aku memulai obrolan setelah dia menggodaku karnamu. Lalu dia menyebutkan kata 'backstreet' yang -cukup- aku ingat hingga detik ini. Didalamnya terdapat namamu dan nama seseorang yang takakanakusebutnamanya !

Aku akan memulai sebuah cerita baru, dan hal itu mungkin masih tentangmu!

24 Mei 2010

Kelaparan Berakhir Kena'asan

Menu 1 :
-Nasi Putih
-Telor Ceplok
-Usus
-Sambel

Menu 2 :
-Nasi Putih
-Telor Puyuh
-Daging Sapi
-Sambel
@Rp.20.000

Sebelum gue buai dengan makanan di atas, gue akan bawa kawan kembali  ke beberapa jam sebelum acara pembantaian "nasi jamblang" tersebut.

Minggu siang panas kemarin, gue dan temen-temen gue yang tergabung dalam kelompok tugas Bhs.Inggris, berniat untuk menyicil kerjaan yang berdeadline tanggal 6 Juni besok. Sekitar jam 2 gue sama Rindu juga Wati dalam perjalan ke rumah Aan, yang perlu gue garis bawahi kalau rumah dia itu sungguh sangat jauh dari rumah gue kawan! Entah mengapa kita yang harus menjadi tumbal untuk mendatangi rumahnya. Maka berangkatlah kami dengan suka cita.

Perjalan tidak terlalu bagus dan medan cukup ekstrim untuk di lewati. Setelah malam selesai di guyur hujan jalan yang gue lewatinpun kecipratan karna kanan kiri isinya genangan air semua. Berbekal ingatan lupa-lupa ingat rumah Aan, Rindu dengan PD berbelok ke gang pertama yang kita lewati dan gue nurut aja ngikutin dia karna gue sendiri juga lupa. Tragis, jalan masuknya penuh air dan dengan PD Rindu ngeloyor bareng motornya lewat samping kios yang kering setelah akhirnya masuk kita di maki bolak-balik saat kembali ke depan gang oleh ibu-ibu berdaster dan pemilik kios. Mengapa kembali ? Karna sodara-sodara kita salah masuk gang.
Perjalanan dilanjutkan dan gang kedua terlihat, setelah ditelusuri kitapun kembali lagi karna jalan buntu. Gue masih ngekor jauh di belakang Rindu. Terlihat Rindu begitu optimis dengan Wati dibelakang yang memboncengnya terlihat pasrah.

Mereka berhenti pada gang ke 3 dengan menatap gue yang masih jauh berada. Gue nggak ngebut, takut Adam lecet haha =D
Setelah sama-sama di mulut gang gue langsung menatap balik tatapan mereka dan berkata "Kenapa kamu berhenti?" sembari membuka helm dan lalu...


Wow... !!! :O

Rindu nggak perlu menjawabnya setelah gue menyaksikan jalan begitu eksotis untuk Adam gue lewati, maka kita berhenti berjamaah dimulut jalan dekat pos ronda menunggu bala bantuan. Aan-pun datang membawa rantang motor dan membawa kami menuju jalan yang benar dari kesesatan. Alhamdulillah...

Jam 4 setelah berbagi ide busuk dan gila gue, Rindu sama Wati pamit undur diri ke Aan dengan perut gue yang meraung-raung minta tumbal.

Setelah mengantar Wati ke stasiun (mantaph daaah hahaha) Rindu ngajak gue ke tempat makan murah-meriah deket sekolah dan tutup !! Belum pantang harapan, ke tempat makan deket rumah Rindu sekalian ngeprint dan hasilnya juga tutup semua !!!

Lalu ide brilian Rindu ngajak gue makan di 'nasi jamblang', dimana sebuah petaka akan dimulai. Selesai mengisi bensin kita cek duit masing-masing dan gue berkata, "Nanti kalau duit Rindu kurang buat makan saya ada kok". Sangu gue sama Rindu sama, pas cuma 10ribu berdua jadi 20ribu. Lets go...

Tempatnya di pasar Mambo dekat lampu merah dan pas si warung baru buka. Pesanan kita adalah seperti yang terpoto di atas.

[ Terlihat disamping seorang ibu-ibu yang mengambil makanannya sendiri dan sedang diamati oleh seorang ibu-ibu berhelm merah =) ]

Gue sama Rindu duduk dan menikmati makanan kita. Teh anget pesanan Rindu ternyata di cancel karna tehnya belum ada akhirnya gue pesen 2 teh botol dingin dan biasa.


Lihatlah betapa kelaparannya temen gue tersebut. Cerita belum selesai sampai setelah makan karna saat berdiri ingin membayar, "Mas berapa mas, ini ini ituuu. .. " tanya Rindu di sambung gue "ituu iniii iniii ...."
Mas-mas mikir bentar lalu nyeletuk "5ribu mbak, digabung nggak ?" kita ngangguk
"jadi ....14ribu, tadi minumnya apa ?"

deqh. . . . .  ternyata belom sama minum, setelah akhirnya si mas-mas bilang total semua 20Ribu. Pas memang, jadi bisa tenang, masalahnya bukan ituuuu..... 5ribu Rindu udah kepake buat beli bensin dan kalau anak TK itung hasilnya jadi 15ribu pas !!!! call 911 >.< malu gak jadi bayar dan kita berdua emank gak ada duit lagi sama sekali. Damn, banyak gaya gue dengan bilang mau ngebayari Rindu kalau duit dia kurang, duit gue aja sesek napas.

Lauk gue, gue curigai penyebab semua ini walau Rindu bilang ini semua karna teh botol yang berkhianat untuk tidak diam. Teh botol adalah ide buruk untuk duit yang kembangkempis.

Rindu dan gue kembali duduk sambil nahan malu juga nyari wangsit dapet duit. Berharap ada kenalan yang lewat sehingga bisa kita palak atau ada kebetulan yang ultah dan dengan senang hati ngebayarin kita yang naas.

Setelah diskusi singkat gue pamit untuk nyari duit pinjaman, di otak gue adalah Dally yang rumahnya berada di dekat lokasi kita tapi gue gak yakin dia di rumah akhirnya wuusshh. . . . gue ngebut maghrib-maghrib ke rumah Ossy tercinta untuk minjem duit tok.

Kepentok tukang parkir, Rindu miris dan menyerahkan 5ribuan ke gue buat bayar parkir. Tukang parkir adalah momok pertama saat gue dan Rindu jalan. Dengan berat hati gue serahkan 5ribuan gue dan dapet kembalian 4500rupiah, jadi gue nanti minjem 5500rupiah.

Setengah hidup gue mau bilang minjem duit, bukan apa. Saat gue ke rumah Ossi, do'i lagi tidur dan gue dengan rusuh membuatnya dibangunkan oleh sang mamah. Gue gak mungkin langsung pergi setelah bilang minjem duit buat bayar kurangan makan.

Ngobrol ngalor ngidul sebelum gue pamit biar terkesan santun walau gue sangat tidak enak hati.
Duit yang gue pinjem ke Ossi, akhirnya 6500rupiah karna pasti nanti gue butuh buat bayar parkir. Gue buru-buru ke warung dan langsung membayar, kemudian cabut dengan segera untuk menghindari tukang parkir yang telah siap sedia.

Pulang maghrib di hadang gerimis, gue sama Rindu tersenyum metal dan puas untuk Sunday Adventure =D

23 Mei 2010

BFF (Best Fuckin' Friend)

Sahabat tercinta gue, sahabat gue sejak dari SMP pas kita jadi temen sekelas. Gak pernah nemuin orang yang ngertiin gue, walau sebenernya dia juga gak ngerti gue amat-amat hahaha =) namanya Rossi, dulu gue manggil dia Ochi tapi udah banyak yang manggil gitu gue ikutan-ikutan orang rumah dia manggil Ossy.
Sahabat duka cita dan lara, pokoknya kalau soal sedih mah dah banjir gue ke dia. Gue jarang ngebuat dia seneng atau ngajak dia jalan jauh. Beberapa kali sih pernah tapi itupun bener-bener nguras ongkos perjalanan hahaha.

She always said "by foot ? its okay ! =) "
Gue kangen pengen jalan sama dia, tugas sekolah yang tiada akhir dan kesempatan ketemu yang semakin tipis. Gue kangen pengen pulang bareng sama dia, nungguin kelas kelar sampe setengah jam cuma karna pengen pulang bareng 5 menit sampe gerbang, gue naik angkot diapun jalan. Small thing but a lot of means.

Gue juga khawatir kalau nanti kita lulus bakal lebih sering gak ketemu dan jalan, kalau gue gak berharap banyak bisa kuliah di luar kota. Ossy sendiri pengen kuliah di luar kota dan mungkin berarti kita bakal lebih sering email'an atau sms'an.

Dapet panggilan 'soulmate' 'twins' haha nice nick kawan =)
Gue nggak akan pernah lupa sama dia, hal yang gue inget sampai sekarang saat gue sekelas sama dia di SMP. Gue tidur dengan damainya di meja sekian jam dan dia di depan gue, dengan setia nungguin gue bangun.

22 Mei 2010

Hari Bersejarah Gue

Pantang bo'ong, adalah slogan yang gue usung postingan kali ini. Meski gue harus rela jatoh norak but whatever ! yeeah...

Tepatnya hari ini adalah hari ke 3 gue yang begitu penting bagi sejarah hidup gue, bukan apa kawan. Malah kalau bisa gue mau dijadikan hari bersejarah nasional di kalender dan dikenang soo amazed
Ceritanya begitu panjang dan cukup duka untuk beberapa hari kemarin if I could cry =(
Setelah perjalanan mendadak gue bersama ortu ke Solo, lalu hujan air mata setelah kedatangan kita di sana juga harus menyaksikan pemakaman Embah Putri gue di usia 77tahun. Beliau meninggal dengan tenang. Semoga beliau ditempatkan di sisiNya. (Amin)

Belum ada sehari gue di Solo, jam 8 malem gue nyampe rumah dan besoknya jam 7 malam gue berangkat sendiri ke Indramayu lagi. Sampai sekarang setiap malam gue tidur sendiri di rumah and you what ? I can show my Free Movie Flag =D like this night, feels like I just built my new cinema room in my home guys. Music everywhere, no people, no job just do what I want to do and forget it !!

Hal yang menyangkut foto mentereng di samping adalah tentu saja yang gue maksud hari bersejarah dan hari ke 3 gue hari ini. Dengan malu gue umumkan bahwa gue dengan liar mengendarai sepeda motor baru babeh gue dan membawanya ke sekolah =) isn't that cool buddy ? I was soo excited and named it Adam, my boy haha sounds weird. It my first boy you know, my first time I brought Adam to school and ride it .
Seperti oasis setelah postingan gue tentang diri gue sebagai penebeng sejati, Automatic biru duduk gagah di depan rumah gue.
Kalian boleh bilang hal seperti ini biasa dan sangat biasa untuk kalian, but not me. Sometimes you need to remember the unusual moment and put it into your brain, imagine that then you're ready for laugh or cry. Trust me !

Pas SMP gue pernah make motor temen buat jalan-jalan sama pemiliknya juga sekitar 3 tahun lalu, temen bokap gue tau dan malemnya gue di minta janji buat nggak ngendarain motor kalau bukan milik sendiri. Sukses janji tersebut gue tepatin. Tiap gue diminta temen gantian nyetir gue nolak dengan noraknya, betapa gue menjunjung tinggi janji gue sampai sekarang.

Hal itu berarti sangat dalem bagi gue yang ngalamin, karna di samping gue 'nggak pernah' bawa motor dan gue juga nolak buat gantian nyetir kalau lagi nebeng. Gue dengan jeli baca pikiran mereka yang seperti teriak dengan manis "Udah gede, masih juga gak bisa make motor!!"

wadefak ??? hahaha that's what Im thinking about kawan.

Maka setelah beberapa hari Adam menjadi pacar gue, gue dengan senang hati bawa dia kesekolah. Bawa dia ke tempat tes fitnes, ke tempat penyewaan CD malem-malem untuk memenuhi hasrat gue dan tentunya ngembaliin CD yang udah jatuh tempo. Gue trauma kemarin kena dendan 26ribu gara-gara 5 film yang telat gue balikin :(

Kedatangan Adam memang bukan buat gue, gue berkuasa saat malam buat ngendarainnya kalau ada ortu gue. Kalau ada bokap gue nanti paling Adam bakal di bawa olehnya ke kios seperti biasa and I'll get my normal life without Adam.

Gue udah tepatin janji gue juga ke Rossi sahabat gue, dulu waktu ada karnaval di kota gue atau istilah gaulnya Pasar Malam gue bilang sama dia kalau gue bakal  bawa dia ke karnaval pake motor and I made it, our first saturday night on carnaval. Dan untuk kedua kalinya ini adalah hal biasa tapi nggak buat gue.

Karna saat kalian bisa nepatin janji atau sekedar get what you want menurut gue hal itu adalah hal kecil yang perlu di ingat karna kekecilannya gue yakin suatu hari gue bakal lupa tentang moment-moment kecil berharga itu.
Hal yang gue pengen lakuin sebelom Adam pindah hak milik adalah doin' everything and goin' everywhere =D have fun people !

14 Mei 2010

Cool Night Adventure


“Ndhu, jadi latian nggak “ 
“ayoayo aja, tnya yg lain daah” 
“7.30 sist, kalau jadi ;)” 
“Rino kagak bisa, pengen beli  Export dah dmn, 200an kan ? mau beli ih 
“wew… PC ada yogya juga, Export tas ?
“iiah sist, cobain 22nya hha” 
“let me accompany u :D ” 
“mau ? how u accmpny me ?” 
“kaulah jemput aku ndhu” 
“O.K” 

Dari SMS’an gue sama Rindu yang gak lebih dari 3 menit tersebut menyebabkan gue kelayapan di luar rumah selama 3 jam. Niatnya sih baik pengen latian aransemen lagu buat jum’at besok, tapi para peserta pada gak bisa dan Rindu yang bermaksud mau membeli tas Export lalu otak gue berpikir bahwa gue harus menjaga dia maka gue meminta dia ngajak gue akhirnya dimulailah COOL NIGHT ADVENTURE.
Setelah gue paksa jemput gue kita langsung ke PC buat target pertama pencarian, hasilnya tentu saja nihil. Tanpa buang waktu dan buang duit karna gak bayar parkir kita langsung cabut ke yogya toserba dan sungguh Sangat kelamaan disana karna ternyata hasilnya sama nihil. Lalu ke market milah milih Ice cream, gengsi juga masa cuma beli eskrim lalu di putuskan membeli 2 yoghurt botol dan 1 yoghurt Activia 1 yoghurt  Vita. Wuush. . . .kita langsung cabut ke Indomaret buat beli Ice Cream hahaha
Nongkrong-nongkrong di samping warung Indomaret ( iye tau gak elit), ngabisin Ice Cream sambil ngeliatin orang parkir dan jalan yang teramat sangat sepi padahal jam hape gue baru menunjukan 8.45pm *ZZzzZZ”
Pembukaan minum yoghurt lalu Ice Cream, masih ngobrol ngalor ngidul. Nyidam sate gue ngeliat mamang sate bergerobak secara gue belom makan. Seharian baru abis 1 indomie goreng T.T maka gue minta Rindu buat patungan lagi buat beli Ciki ganjel perut.
5 ribu 5 ribu total duit 10 ribu, kita masuk lagi ke Indomaret terus milah milih snak yang enak dan pualing murah. Smack seharga 3ribu lalu 2 Milo 2ribu ditambah Smartwafer 3ribu abis cuma 8ribuan. Gue nyaranin beli air putih botolan 2ribu ,Rindu malah maksa beli akua gelas seharga 350perak. Wadefak ??? gengsi dah mending gak usah babeh =)
Abis bayar gue ngajak dia makan di Sport Centre aja sekalian nongkrong beneran, ternyata inilah baru dimulainya Cool Night Adventure ! Setelah melepas urat malu secara gue ma dia kaya kura-kura ninja nyasar  (baca:b'kerudung) tiba-tiba ke tempat tongkrongan di saat jam 9.10 malam jum'at dengan nenteng plastik berisi segala macam logistik untuk program penggendutan =D
Dimulailah ritual berikutnya di SC, dengan melihat muda-mudi yang sedang "kepanasan" membuat gue sangat kelaparan. Baru duduk belum ada 10menit, Rindu yang emank udah dari emaknya keturunan cantik ngebuat anak-anak nongkrong yang sebelumnya di belakang kita bergeser kedepan kita. Hell yeah !
Keadaan benar-benar semakin panas dan pengap hahaha bercanda dan gue semakin lapar. Gue mulai gerayangan ke bawah kaki Rindu nyari plastik berisi Smack, gue buka dan taarraammpph......
Tiba-tiba dibelakang, samping Rindu juga depan kita nongol beberapa makhluk penunggu SC. Gue yakin mereka juga kelaparan kaya gue dan gue dah bersiap mengamankan Smack gue tapi ternyata salah. what next happen ?
Salah satu dari mereka nyodorin beberapa hape ke Rindu yang gue lihat sih yang rada bagusan dari sekian hape cuma 1 hahaha, dia bilang ke Rindu minta nomer hapenya dan tulis di salah satu hape yang Rindu mau. Rindu ngambil hape yang pualing butut yang bugil tanpa casing. Whisper2an juga sama gue dia mau masukin nomer sapa akhirnya terpilihlah nomer Gandi (cowo yang lagi PDKT sama Rindu).
Gue interupsi dah!!! Ini blog punya sapa sih ??? gue bukan ???  koq Rindu mulu ???
Masalahnya situasi saat itu mereka memang lagi naksir Rindu dan gue cuma jadi figuran doank wuahahaha
1 cowo yang rada mending gue lihat (sadisnya), masih muda juga ngajak Rindu kenalan do'i namanya mahmud eh bukan salah denger , Tomas, Dimas, Ari ato sapa gue lupa. Ini cowo ngebet keliatannya sama Rindu tanya nama, nomer hape, tinggal dimana gue jadi ngerasa Rindu tersangka hhe.
Lama rada lama mereka rada pamer rada gila rada ngantuk gue sangat lapar.  Mereka nyeritain kalau mereka berasar dari Jakarta dan di Indramayu lagi touring sama club motornya. Gue yang dari Indomaret aja kagak pamer whhuuu....
Sampe harus bo'ong soal nama, ngomongin nama samaran jadi inget tragedi Baso Gilang depan sekolah bareng Rindu (lagi) hahaha kerenkan 'baso gilang' tapi apa loe tau critanya ??? hihihi *ngeness*
Karna Rindu gak mau ngasih tau nama aslinye sapa biasa jaim babeh, si Tomas Dimas Ari whatever tersebut dengan seenak udel ngasih panggilan ke Rindu Azizah, beberapa menit kemudian setelah tanya nomer hape manggil Rindu dengan Aisyah lalu beberapa saat kemudian dia resmi ngasih nama kita berdua Safa dan Marwah. Otak gue langsung inget ibunda yang sangat tergila-gila sinetron gue curiga ini cowo penggila sinetron juga. Do'i cuma jawab "gue gak suka nonton sinetron, paling seringnya Cinta Fitri" Good good !
Sempet di jeprat jepret tanpa izin management gue dulu sih tadi wkwkw bukan sekali lagi bukan gue masih Rindu peran utamanya :( 
walopun muka gue juga sempet nongol di ajang pemotretan liar mereka =) itung-itung ngebawa rizki ,muka gue nebeng di hape mereka. Jam 10 lebih, gue udah gak sanggup melek. Kitapun pulang tanpa kesan dan kenangan beberapa jepret poto. Kapan bisa ketemu lagi dengan kalian boy band tour ? hahaha
Good Night =='

13 Mei 2010

Penebeng Sejati

Bukan salah bunda mengngandung gue, akhirnya gue nebeng bernapas di dunia ini.
Nebeng tinggal di rumah ortu dari orok sampe segede gaban sekarang.
Judul hidup gue aja udah nebeng maka gak heran kalau aktivitas gue gak lebih banyak untuk menebeng para mereka pemberi tebengan hahaha

Duduk di bangku SMA bukan jaminan gue bakal dapet motor seperti cita-cita gue waktu di SMP pengen buru-buru lulus terus masuk SMA biar gue bisa bikin SIM C (cita-cita gue terlampau cetek nggak siiih ?). Tapi takdir berkata lain karna sudah hampir 2 tahun gue semedi di bawah atap sekolah gue, proposal pengajuan sepeda motor pribadi buat gue sejak tahun monyet belum juga di tanda tangani atasan gue.
Ada di postingan gue sebelumnya. klik !

Hingga saat ini gue menyadari bahwa gue ini sungguh sangat menjadi tebenger sejati. Lalu siapakah para korban gue selama -hingga saat ini- ? Benarkah mereka relawan gue ? Atau korban gue ?
Gue mulai urutan pertama dari kawan gue yang sering (banget) gue tebengin.

Namanya Sekar, rumah do'i di Perumahan Pertamina (perumahan anak gedean kata orang sini mah). Kayanya ini cewe udah paling hapal seluk beluk gue kalau mau minta dia jadi rider dadakan gue. wkwkwkw Dari mulai ngetik tugas yang notabene individu gue selalu minta sama dia ngerjain bareng aja biar gue gak perlu keluar ongkos buat bayar becak ahaha -cerdas-

Gue jua gak kejam-kejam amat dengan tega menindas dia, walau kadang emang seringnya gitu v^^
Gue mulai nebeng dia sejak mengetahui jasa becak yang gue pakai benar-benar menguras kantong sampai lecet.
Akhirnya gue putuskan naik angkot dan kadang saat menunggu mobil kuning si 'subur' ini dateng dan membonceng gue - seenneenngg daah- wkwkwwk

Gue suka nebeng dia kalau berangkat sekolah, gue nebeng dia kalau pulang sekolah, gue nebeng dia kalau ada acara kumpul-kumpul kelas, gue nebeng dia kalau ada tugas (biasanya berhubungan dengan warnet), parahnya lagi gue sengaja milih jadwal yang samaan sama dia waktu les komputer. Alhasil gue dengan sukses gak pernah keluar ongkos transport (ketawa setan :D) sayangnya, gue harus rela kalau kadang sang rider mengalami halangan sehingga gak masuk les, begitupun gue yang malas berangkat karna gak ada yang gue tebengin hahaha

(kiri-kanan)
Coeti, Catom, Dara
Buat mereka bertiga khusus untuk sukarelawan di jalan saat hendak pergi ke sekolah di pagi hari yang cerah gundah gulana. Gampangnya, mereka-mereka inilah para pengendara motor di pagi hari yang kadang gak beruntung ketemu gue di pagi hari dan akhirnya membawa gue di belakang mereka (baca: diangkut). Terselamatkanlah duit angkot gue hahaha

(kanan-kiri)
Asiih, Enjel, Niena.

Trio sekelas ini adalah relawan gue berikutnya yang selalu saja membantu gue dan sangat begitu baik sama gue dan sangat teramat baik memaklumi keadaan gue yang hidup tanpa motor --' ngenees memang.

Mereka bertiga adalah teman les Bhs. Inggris gue. Kita ngambil kelas malam yaitu habis maghrib kita belajarnya. Mantapkan gue ?
Berangkat biasanya gue kalau orang rumah lagi adem dan baik dianterin tapi kalau lagi pada mrengut ya gue harus jalan atau gak naik becak yang  teramat begitu membuat gue sukses tidur.

Nasib mereka gak jauh beda sama yang sebelum-sebelumya, yaitu karna gue yang selalu memelas minta di tebengin pulang dari les :D
Enjel adalah cewek yang begitu sering terjamah oleh gue. Hampir setiap pulang les gue bakal nebeng dia (sangat romantis teman).

Si Helm ini namanya Piki pake 'F'
hemm... gue juga sempet lupa kalau do'i sering nebengin gue karna banyaknya korban gue lol
Semester pertama kelas 11 gue suka jalan dan pulang bareng dari sekolah nebeng dia. Dia nawarin lho... ngapain gue nolak teman ???

Semester 2 sekarang dia udah jarang bawa motor makanya gue sempet lupa (jahatnya gue --') kalau jasanya sudah waktunya gue balas :)


Cewe kerudung merah si samping itu, namanya Devi ! Belum lama sih gue suka nebeng dia, tapi semenjak ultah dia dan di dapet kado motor maka gue lah penebeng setia yang menggantungkan kesukarelawanannya ke gue yang manislang ini hahaha


Kadang kalau ke sekolah, dengan baik do'i ke rumah jemput gue, hhe berasa apaan aja.
Apalagi kalau lagi jalan-jalan bareng yang lain, gue dengan manis pasti nebeng dia =)




Kenalkan teman-teman, inilah satu-satunya relawan pejantan yang ada di daftar gue =)
Gue selalu yakin bakal ketemu ini cowo kalau gue kesiangan berangkat sekolah. Gue itung-itung sih gak kehitung berapa kali gue nebeng ini cowo. Baidewai, namanya Hendri kelasnya jauh sama kelas gue. Dulu kenal pas di les komputer terus gak kenal sampe sekarang. Dilihat sepintas sih emank kaya tiang listrik bernapas belum lagi kalau loe liat dia naik motor tigernya, gue ngerinya pas ada angin niup dia motornya jalan sendiri sedang dia ikutan keseret angin sangking kurusnya wkwkwkw

Rindu, teman sekelas gue juga plus korban gue juga. Kobe dah nebeng sama dia, pewe abiiis :)
kenpa ???


Biasanya gue nebeng dia kalau pulang sekolah terus dengan sedikit doktrin film gue ngajak dia ke penyewaan CD (bukan !! bukan celana dalem !) Karna sebenernya Rindu sendiri juga movieker whatever :P


Berasa nyelem sambil minum jus, karna gue bisa hemat ongkos angkot bolak-balik dan duitnya gue bisa serahin ke kasir buat nyewa film ahahaha

Begitulah, gambaran gue sebagai seorang tebenger sejati. Walau sebenernya disamping hal-hal yang begitu menguntungkan dan menggiurkan karna hemat waktu dan hemat uang loe juga harus mikirin nyawa loe teman.


Gue nebeng mereka bukan tanpa resiko, temen gue pernah bilang kalau biasanya orang yang nebeng selalu ngalamin hal yang buruk daripada si pengendara, hiiiy >.< !

Semua yang gue pikiran saat menebeng adalah gue selamat sampai tujuan, karna bagaimanapun gue gak punya hak nentuin nyawa gue. Gue hanya menebeng sedang pengendar motor pemegang spidometer hidup gue wkwkwkw

Jangan lupa pakai helm ya :)

5 Mei 2010

Bukan Pengacau Hati


Salah gue kah semuanya ?
Gue gak minta loe ngenal gue dan tau gue !
Semua gak ada dalam rencana gue dan barada di posisi yang
paling gue benci bahkan setiap orang.

Gue  juga bukan alasan atas apa yang udah loe lakuin,
gue gak nyalahin loe karna kedatangan loe dan apa yang loe
bawa. Ketidaktauan gue dan ketertutupan loe yang ngebuat semua
ini makin menjadi. Loe yang telat untuk nyeritain semua, setelah
perasaan gue gak mau berbalik. Gue gak mungkin yakinin loe kalau gak ada apa-apa. Gue bohongin
diri gue sekarang bukannya sama aja gue bohongin loe. Walau gue kira emang semua di bangun
di atas kebohongan yang kokoh, dan begitu indah bila harus di hancurkan.

Untuk tiap tawa gue yang gak tertahankan bareng loe, sifat loe yang ngikutin di beberapa hari gue.
Obrolan yang di tunggu dan gak pernah ngebosenin bagi gue.
Hal ceroboh akan pengakuan gue sore itu cukup membuat gue kebal buruknya langkah gue.
Gue harus garisin sekali lagi karna semua ini bukan mutlak salah gue. Gue hanya nempatin diri
gue dengan sebaik-baiknya.
Atau gue berada di posisi yang salah ?

Gue gak nyalahin atas ini juga, karna harusnya gue paham dengan hal ini. Sikap gue yang cuek
dan keras kepala yang ngebuat gue membenarkan apa yang gue lakuin sekarang.
Sayangnya, hal buruk itu bener-bener di depan mata gue. Sangat jelas dan loe begitu
memperlihatkan apa itu. Gue tersenyum dengan kata manis gue yang terasa hambar bagi gue.
Belum terlalu lama untuk mengakhiri ini, gue kira loe lebih bijak untuk nentuin.
Gue gak pernah sekalipun mau tau perasaan dia atas apa yang udah gue lakuin.
Gue akan anggep loe gak pernah ada dan mungkin suatu saat loe hadir lagi, gue. . .

2 Mei 2010

Mengakhiri Keyakinan


Terakhir aku memang begitu kecewa denganmu, tentangmu di mataku.
Masih tentangmu Cinta, hingga malam ini aku masih membicarakanmu.
Membiarkan hatiku dan otakku bergulat untukmu.

Aku mulai menghindari setiap langkah dari jarakmu, tempatmu juga melihatmu.
Sadarkah aku melakukannya ?
Semua sudah terrencana dalam otakku, meski hatiku selalu meronta.
Angan yang berlari, mimpi yang luas. Semua terbangun dan terjatuh dalam waktu yang sama.

Aku baru sekali mundur dari gerilyaku selama ini, tak ada kepastian
seperti hatiku yang masih bimbang. Tak bisa kubohongi dengan diam.
Semakin diam semakin lekat aku dibuatmu.

Aku pernah berjanji untuk menunggu kepastian darimu,
walau hal buruk sekalipun.Aku berjanji untuk keyakinanku, Cinta.



Sabtu malam kemarin aku bahkan tak menghadiri undangan temanku
yang tentunya sekaligus temanmu.
Acara makan-makan dan kumpul bareng yang menghadirkanmu
sebagai salah satu tamunya.
Mungkin dihari sebelumnya aku begitu girang tahu hal ini, tapi
detik sekalipun bisa merubah segalanya.

Aku batal untuk datang ke rumahnya, tak ada penyesalan sedikitpun
untuk kesempatan yang mungkin tak tersebut kedua.

Aku khawatir hal ini sementara, sayangnya aku memang tak pernah paham
dengan perasaanku sendiri yang terombang-ambing.
Bagimu memang biasa karna kau tak mengenalku.

Begitu melo drama aku tuliskan hal ini untukmu,pentingkah dirimu ?
Lalu mengapa ? Apa sekalipun kau pernah membaca cerita ini ?
Aku tak menggilaimu, juga tidak mengagumimu.

Perasaan lain yang memberikan aku inspirasi untuk membentuk sketsa mu
lewat crita, bait kata dan sedikit deskripsi tentangmu.
Aku seperti membangun dirimu disini, membentuk perasaanmu, karaktermu,
hal-hal yang aku ingin darimu.

Mungkin bukan akhir hanya saja sebuah penghindaran.

Keranjingan Film


Ada yang mau komentar tentang beberapa film yang ada di atas ???
Selama 3minggu di April ini, kira-kira film2 inilah
yang (seinget) gue tonton.

Meskipun nyuri waktu, rebutan DvD dan macem lainnya
gue tetep mengibarkan FMF (freak movie flag) gue
dengan sangat bangga hahaha

Memang sih, beberapa ada yang film jadul lama pisan
tapi gue asik2 aja kalau udah di suruh nonton =)

Film terbaru gue Clash of  Titans, gue gak masukin ke situ
karna gue gak nemu covernya (alesan tau nggak*

hheemm. . . hope you enjoy what u're doin' now
have a weekends :D