26 Apr 2010

Napas Terakhir yang Malas

Pernah ngerasain situasi dimana kita hanya bisa mengandalkan kemampuan diri sendiri ?
Kemampuan yang sesenti, ingatan terbatas dan tak ada bala bantuan ?

Di pikiran gue saat-saat seperti itu adalah saat gue harus di landa ulangan phySUCK, yup Fisika kawan.
Dimana nilai menjadi tropi dan egoisme menjadi sah untuk perebutannya. Halah. . .ngelantur gue.

Maksud gue adalah, menyinggung ulangan fisika tadi pagi yang bener-bener membuat seisi kelas 'shock'
tak terkecuali gue. Bagi gue ulangan fisika mau di undur di majuin gak akan ngaruh sama kesiapan gue.
Karna intinya gue bener-bener baong* di fisika.

Kesuksesan tadi pagi adalah seperti biasa soal satu meja berbeda dan di belakang gue duduk manis
para petinggi kelas, give really-really big hand for Indah and Nike (plok-plok*
Ngerti maksud gue ?

Dengan adanya sodari Nike yang duduk tepat di belakang gue, gue merasa kemerdekaan di tangan gue.
Seperti menemukan oasis di tengah lapangan sekolah, seperti Ice cream saat tengah hari di rumah.
Intinya, dengan kehadiran 2 petinggi kelas di belakang gue rasa aman seketika memenuhi otak gue.
Akal bulus dengan kecerdasan tingkat  tinggi gue kerahin sepenuh jiwa raga, setelah temen sebangku gue
bilang dia gak belajar sama sekali maka runtuhlah harapan gue ke dia.

Soal di bagikan, di lihat dari tulisannya sepertinya mudah dengan jawaban bilangan bulat semua. Good !
Dibaca mulai dari soal nomer pertama, jidat gue mengkerut
Lanjut soal kedua, mata gue nyipit
Soal ketiga, gigit jari lalu seterusnya gue bilang bahwa Gue Gak Ngerti Sama Sekali Terhadap Soalnya.

Boro-boro ngerti, rumus yang dipakai apa aja gue lier. . .
Asli, tadi pagi adalah ulangan paling baong* yang gue alamin. Seperti sebuah pertanda bahwa gue
tidak di takdirkan untuk berguru pada Einsten Dkk.

Tigapuluh menit berlalu dengan riang...
Satu jam berlalu dengan hening....
Lima belas menit sebelum berakhir... gue gelagapan

Gue mulai frustasi karna kertas jawaban gue masih mulus tanpa cacat.
Gue kalap, guru sangar gue masih menatap tajam. Gw bingung... ngeliat teman sebangku gue nasib dia
gak jauh beda (bagusan gue dikit) sama gue. Liat dong bangku gue, benda wajib kertas contekan rumus
gak ada, benda penting wajib eksak kalkulator-pun gak ada !! Bagus bukan ?

Gue nekad dengan memiringkan kepala gue hingga 90derajat kebelakang maka terlihatlah dengan samar
kertas jawaban Nike yang sudah terisi. Pinter !

Gw kasih tau kawan, soalnya hanya 10 biji. Dikerjakan dengan uraian. Mudah bukan ? Memang.
Bagi yang bisa hal ini seperti mencari gajah dalam jerami bagi gue, hal ini seperti mencari Tylor Lautner
dalam rumah gue ! Damn !!

Kemiringan kepala gue ternyata sukses besar. 6 nomer plus uraian berhasil gue contek kerjain. :)
Sisanya gue masih nunggu kabar dari belakang yang katanya belum. okelah. . . detik-detik penantian

Temen sebangku gue hallo ??? gimana kabar dia ???
Ternyata nasibnya masih mengikuti garis gue, nomer yang udah dia isi-pun persis seperti gue. yeeah !

Guru di depan udah ancang-ancang mau ngambil kertas ulangan, dengan gesit gue tengokin kepala gue
ke belakang dan melihat
Wow . . . Susah di lihatnya !
Maka dengan memelas gue meminta Nike menuliskan jawabannya di kertas sobek. Hahaha :D seneng daah!
Gue itung-itung masih 3 soal lagi yang belum, sebelum mencapai target gue gak akan menyerah.
Maka hanya Nike harapan gue, gue perhatiin dia udah anteng. Berarti pertanda baik yang artinya do'i
pasti udah selesai ngerjain. Gue-pun mengambil ancang-ancang seperti di atas, posisi kepala 90derajat
dan sekali lagi !
Wow. . . Itu RUMUS apa KARYA ILMIAH ??
bujuuuqh.. . mata gue baong* ngeliat jawaban Nike dari nomer 7-10

Kepala gue tarik normal, pulpen gue taro dengan manis, kertas ulangan siap gue kumpulin.
Dengan 3 NOMER yang BELUM !! Paraah :(
Gila, gue baru ngerasain rasanya menyontek malas. Melihat begitu puaaanjaang jawaban Nike
gue putuska untuk tidak menyalinnya. Capek, tangan gue bisa gempor. Hhe

Inilah bukti kemalasan gue dalam menyontek :)


phySUCK !!!
makes me crazy than before >.<