6 Apr 2010

Aku Menyukai Ketidaksengajaan


Aku gak pernah bisa memulai sebuah cerita tentangmu. Aku kira lewat rentetan kata lebih
mudah untukku menceritakan dirimu. Terlebih lagi aku bisa mengenalmu hanya dengan tahu apa yang kau lakukan.

Hal-hal kecil remeh yang bisa membuat aku menuliskan tiap ketidaksengajaan yang manis
antara aku dan kamu. Bukan tanpa alasan aku menyukaimu. Walau buruk akibatnya aku mengungkapkan perasaan yang tak seharusnya aku ungkapkan ini.
Biarlah, toh kamu juga gak akan pernah tahu tentang hal ini.

Setahuku, kamu gak punya account network seperti anak lainnya yang gak mau kehilangan
ke-update-annya. Hal yang simple aja kamu gak punya Facebook yang lagi digandrungi
remaja-remaja. Aku gak akan Enggak untuk hunting ria mensearch kamu, kalau kamu punya.
Nyatanya aku udah sering nyoba nyari FBmu, tapi hasilnya not found.

Lupainlah, gak penting. Malah lebih baik kaya gitu, semakin sedikit orang yang tahu
tentang kamu. Walau aku jadinya gak bisa nyari alasan kenalan sama kamu
karna gak ada media yang bisa deketin aku.

Gak pernah deket, gak pernah ngobrol, gak pernah senyum bareng, gak pernah sapa-sapaan
kenalpun bahkan enggak !!! :( sediih...
Seperti mengharapkan keramaian dari kebisuan. Ketemupun aku bisa hitung berapa kali
saat di sekolah. 
 
Jarang sekali aku melihatmu. Bila tidak di jam istirahat biasanya saat di masjid. Satu jurusan, tapi berbeda kelas. Aku mulai menyengajakan kedatanganku ke kelasmu (Sekarang jangankan ke kelasmu, bertemu kamu saja aku lari gemetar). Walau lebih sering tak beruntung karna tak bertemu kamu. Padahal sama-sama di lantai 2 tapi kelasku dan kelasmu seperti kutub utara dan selatan.
Sudah kubilang aku menyukai setiap ketidaksengajaan denganmu. Walaupun itu hanya hal kecil. Seperti tidak sengaja bertemu di kantin. Berpas-pasan di jalan saat ke kelas. Bagi orang lain hal itu biasa. Mataku yang bergelayut dewi Amor, sungguh luar biasa. Saling melihat karna tidak sengaja denganmu, padahal aku menyengajakn. Bagiku aku selalu memiliki waktu untuk melihatmu. Hal lucu yang tak kalah heran buatku. 
Seperti kemarin, tadi, dan barusan. Aku menunggumu lewat untuk pergi ke kantin, aku menunggumu sampai di saf depan solat saat dhuhur, aku menunggumu keluar dari gerbang, dan sekarang aku masih menunggumu.

4 komentar:

mr-disconnected mengatakan...

can't wait the next chapter of ur story ;D

Onezh mengatakan...

ZzzZttt........ hahaha :D
sometimes i felt, he gave me sign hihi

mr-disconnected mengatakan...

*sign*

Onezh mengatakan...

:-I woot ??