19 Feb 2010

Love Letter


Aku benci padamu, cinta ! Aku membenci untuk keraguanku hari ini. Aku begitu terjauhi darimu, aku tak bisa lebih dekat denganmu walaupun hanya berada di dekat kelasmu. Aku seperti di benci olehmu sejak , mungkin kau sudah tahu ada hati yang menyimpan kotak cinta untukmu. Mungkin kau sudah tahu kalau aku menyukaimu, mungkin teman-teman footsal-mu yang sekelas denganku memberitahumu untuk tiap percakapan rahasia antarperempuan yang tak sengaja mereka dengar saat aku dalam bahan usilan para dara di kelas. Mungkin aku menyesal karna sebelumnya aku berharap kau akan tahu perasaanku, tapi bila begini jadinya hatiku di ambang dilemma.


Beberapa kali kulihat dirimu dengan sengaja, hanya ingin memastikan apakah ada perubahan kecil yang tak sampai di rekaman otakku tentangmu. Tak hanya berita yang akan ku update tapi juga dirimu. Seperti terakhir aku melihatmu dengan potongan rambut baru. Kuakui itu menambah garis tegas di wajahmu dan aku menyukainya. Aku bisa melihatmu lebih lama dengan jarak yang sekian jauh, Bagiku aku berjalan di sampingmu. Seperti teman-temanku yang lain bersama pacarnya. Kadang aku tertawa melihat mereka, tertawa untuk tiap canda mereka yang bagiku tak lucu. Apalah daya, bila dewi amor sudah berada di antara mereka.

Tapi cinta, hal itu sebelum hari ini. Sebelum perasaan ragu diriku menjadi sampul rasa malu untukku nanti. Aku merasa kau menghindariku lebih dari sebelumnya. Aku merasa di usir dari matamu. Aku tak bisa melihatmu dengan alasan sengaja, karna tiap pandanganku kau seperti menyembunyikan dirimu. Kadang kutanyakan cermin yang tak akan pernah menjawab pertanyaanku. Mungkin kau tipe lelaki yang suka kepada gadis cantik dengan rambut hitam lurus yang menggoda matamu. Atau gadis semampai yang anggun jalannya. Atau gadis dengan predikat pintar di sekolah. Aku tak tahu, atau bahkan mungkin kombinasi ketiganya.

Tuhan… begitu jauh aku dari matanya bila seperti itu tipe wanitanya. Aku tak ingin datang ke hadapannya membawa kekecewaan. Cermin cukup bagiku memberitahu dimana aku berada.

Aku mungkin akan memutuskan perasaan ini, menghentikan pengejaran gerilya yang tak sampai di matamu. Sayangnya aku tak pernah tahu kapan. Karna di sela-sela hati ini masih terselip namamu. Berat untukku membencimu karna gelisahku adalah tanda kehadiranmu.

Aku mencoba tidak bertemu denganmu barang sehari. Tapi Dewi amor begitu angkuh hingga aku luluh mencarimu. Aku rindu ketidaksengajaan kita bertemu. Rindu tatapan mata sedetik yang kemudian hilang. Aku merindukanmu wahai cinta.

2 komentar:

aguz_er mengatakan...

nice :D

Onezh mengatakan...

:P thx you