18 Feb 2010

Love Letter


Apa kabar cinta ? Aku menyapamu dengan deru di dadaku yang tak henti berdesir ketika tak sengaja berpas-pasan denganmu. Ingin rasanya kubertanya seperti itu saat di depanmu, tapi hanya hatiku yang berteriak seperti itu sedang mulutku terdiam di depanmu. Akupun berdo’a sang waktu mau berhenti sebentar untukku bisa lebih lama di didekatmu. Tetapi slalu sama perlahan menjauh dan ku hanya bisa melihat punggungmu, gaya berjalanmu juga potongan khas rambutmu itu saja cukup membuat mataku tak sanggup mengalihkan pandangan.

Kau sungguh telah merasuki otakku, saat pertama kau mengganggu mataku kulihat kau mengejar bola, berkeringat memakai seragam putih-abumu. Tak sedikitpun aku berpikir perasaan ini akan bertahan lama, sejenak datang kemudian menghilang seiring waktu. Aku salah untuk waktu yang lama, karna hingga saat ini aku tetap menyukaimu, melihatmu, membicarakanmu. Aku tak pernah sabar menunggu bel istirahat dan pergi ke kantin di mana kau biasa makan bersama teman-temanmu, berharap sebentar saja aku dapat melihatmu di sana.
Akupun sibuk mencarimu saat jam kosong di kelasku, walau aku tahu kadang aku hanya melihatmu dalam hitungan detik lalu kau berlalu tanpa tahu ada hati di sini yang tak berhenti memanggil namamu dan berharap kau mendengar rengekanku. Aku bersyukur karna kelasmu yang jauh dari kelasku meski kita sama satu jurusan tapi aku lebih sering menyayangkan karna aku tak bisa sering berjumpa denganmu, mengusir rindu yang semakin hari memuncak di hatiku. Oh cinta, inikah cinta yang banyak di sebut oleh teman-temanku sebagai virus hati ? Entahlah, yang kutahu aku begitu ingin selalu melihatmu dan berada di dekatmu.

Aku tak pernah menyadari kalau kau juga mengambil les komputer di tempat yang sama sepertiku, sebelum aku membaca namamu pada jadwal les sore itu. Harinyapun sama hanya sayang kau mengambil kelas malam sedang aku sore. Sudah terbayang apa jadinya kalau aku bisa satu kelas denganmu, mungkin otakku sama seperti sistem komputer yang lemah oleh virus begitupun aku yang telah terinfeksi olehmu. Kau berada pada folder pribadiku, terpisah dari yang lain karna kau begitu penting bagiku.

Aku sadar fitrahku sebagai permpuan yang tak mungkin mengungkapkan perasaan ini terangan-terangan di depanmu, aku salah satu penganut Nurbayalisme yang pantang bagiku mengungkapkan cinta dahulu kepadamu. Walau aku tak yakin kau akan tahu perasaanku mungkin sampai akhir nanti perpisahaan saat kita lulus SMA rasa ini akan ikut bersamaku, dan aku siap untuk itu. Kau tak perlu tahu betapa gelisah hatiku seperti saat malam aku takut hujan, aku gelisah karena sehari saja tak bertemu kau di sekolah. Kau juga tak tahu aku hapalkan lauk yang biasa kau pesan saat di kantin, telingaku tajam mendengar lirih suaramu. Kau tak tahu aku berburu nomer ponselmu, untuk sekedar kumiliki tanpa berani aku menghubungimu. Kau juga tak perlu tahu tentang rindu dan banyaknya air mata karenamu, betapa sering aku menulis namamu dalam buku harianku dan menyebut namamu dalam do’a-do’aku juga hal gila hingga aku dzikir-kan namamu. Oh cinta, ini sungguh cinta gila bagiku.

Tempatkan aku sebagai pengagum rahasiamu, itu lebih dari cukup bagiku. Trimakasih untuk kenangan indah hari-hariku di sekolah yang tercipta karenamu. Kubingkiskan cinta sederhana yang tulus tak usah kau balas meski hatiku terdapat ruang kosong untukmu kau tempati. Segenap ketulusan aku selalu mencintai dan menunggumu

2 komentar:

aguz_er mengatakan...

well done

Onezh mengatakan...

kancuut ahh hahaha :D